Siswa Makin Sering Bermain HP di Sekolah, Studi: Konsentrasi Menurun
Jakarta – Di era digital saat ini, ponsel pintar atau smartphone seolah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi para pelajar. Studi terbaru mengungkapkan bahwa sepertiga waktu belajar di sekolah dihabiskan siswa dengan menatap layar ponsel.
Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of North Carolina at Chapel Hill menemukan bahwa siswa sekolah menengah pertama dan atas sering memeriksa ponsel mereka berulang kali selama jam sekolah sebagai hiburan. Kebiasaan ini membuat siswa mudah kehilangan fokus dan mengalami penurunan kemampuan dalam mengendalikan impuls.
Seberapa Sering Remaja Mengecek HP di Sekolah?
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network pada 9 Maret 2026 tersebut meneliti hubungan antara frekuensi penggunaan ponsel dengan kemampuan fokus dan konsentrasi siswa di kelas.
Selama dua minggu, peneliti mengamati penggunaan ponsel secara objektif dan mengumpulkan ribuan data untuk melihat keterlibatan siswa dengan perangkat mereka.
Dari 79 siswa yang terlibat dalam penelitian, ditemukan bahwa rata-rata penggunaan ponsel mencapai 2,22 jam selama waktu sekolah. Remaja berusia 15–18 tahun menjadi kelompok yang paling sering membuka ponsel saat berada di sekolah.
Penulis utama penelitian sekaligus profesor psikologi dan ilmu saraf di UNC-Chapel Hill, Eva Telzer, mengatakan bahwa ponsel pintar kini telah menjadi perangkat yang digunakan hampir setiap saat. Menurutnya, keterampilan siswa di kelas dapat menurun karena terlalu sering memeriksa ponsel.
“Temuan kami menunjukkan bahwa seringnya memeriksa ponsel dapat merusak keterampilan yang sangat dibutuhkan siswa untuk berhasil di kelas,” ujar Telzer, dikutip dari Phys.org.
Sementara itu, asisten profesor riset di UNC-Chapel Hill sekaligus salah satu penulis studi, Kaitlyn Burnell, menyebut bahwa hasil penelitian ini cukup mengejutkan. Sebab, sebagian besar waktu siswa di sekolah justru dihabiskan untuk mengecek ponsel.
Menurut Burnell, siswa menggunakan ponsel hampir setiap jam selama berada di sekolah. Bahkan sekitar sepertiga waktu sekolah mereka dihabiskan untuk menggunakan ponsel, dengan lebih dari 70% waktunya digunakan untuk media sosial dan hiburan.
Sering Mengecek HP Menurunkan Fokus
Penelitian ini tidak hanya melihat lamanya waktu menatap layar (screen time), tetapi juga pola penggunaan ponsel dari waktu ke waktu. Hasilnya menunjukkan bahwa masalah utama bukan hanya durasi penggunaan, tetapi kebiasaan memeriksa ponsel secara berulang, seperti mengecek notifikasi pesan, media sosial, dan aplikasi lainnya.
Perilaku tersebut membuat fokus siswa terbagi-bagi sehingga perhatian mudah terpecah. Akibatnya, kontrol diri melemah dan siswa menjadi kesulitan untuk fokus pada pelajaran di kelas.
Karena itu, terlalu sering mengecek ponsel selama jam sekolah dinilai dapat mengganggu proses belajar.
Menurut Telzer, hasil penelitian ini juga mendukung kebijakan pembatasan penggunaan ponsel di sekolah. Sebab, studi tersebut menunjukkan bahwa siswa yang sering mengecek ponsel memiliki kontrol kognitif yang lebih rendah.
Ia menambahkan bahwa kebijakan yang membatasi akses ke platform yang memicu perhatian, seperti media sosial dan aplikasi hiburan selama jam pelajaran, dapat membantu menjaga fokus serta keterlibatan akademik siswa.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Bupati Bandung: Dana BOSP Jadi Solusi Gaji 4.360 PPPK PW
Bandung – Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW) guru dan tenaga kependidikan (GTK) di Kabupaten Bandung kini mendapat kepastian gaji melalui Dana Bantua
Indonesia Salip Korsel dalam Minat Baca, Gramedia Semangat Buka Toko Buku Lagi
Tasikmalaya – Di tengah kehidupan yang semakin terdigitalisasi dengan perangkat elektronik, internet, dan media sosial, masyarakat Indonesia ternyata masih menunju
Dilarang Ayah Kuliah, Rif'an Bisa Lulus UGM dan Lanjut S2-S3 dengan LPDP
Tasikmalaya – Ahmad Rif’an Khoirul Lisan, pria asal Pleret Bantul, Yogyakarta, pernah menghadapi penolakan dari ayahnya sendiri ketika memutuskan untuk kulia
Katanya Paling Medsos, Siapa Sangka Gen Z Punya Minat Baca Tinggi
Tasikmalaya – Di tengah stereotip bahwa Generasi Z sangat lekat dengan media sosial dan budaya scroll, data terbaru justru menunjukkan gambaran berbeda. Survei Jak
Sosok Nathania, Teman Tuli yang Dirikan Penerbit dan Toko Buku Anak Ramah Disabilitas
Tasikmalaya – Seorang entrepreneur muda bernama Nathania Tifara berhasil mendirikan penerbitan buku anak yang ramah difabel. Perjalanan hidupnya tidak mudah. Ia ke
Kasus Kekerasan di Sekolah Meningkat, Lingkungan Pendidikan Dinilai Belum Sepenuhnya Aman
Tasikmalaya, meningkatnya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan di Indonesia kembali menjadi perhatian serius. Laporan terbaru dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menc
Gandeng Yayasan Benih Baik, KFC Salurkan Donasi Rp415 Juta untuk Renovasi SDN Banjarwangi
Tasikmalaya, KFC Indonesia menyalurkan bantuan dana sebesar Rp415 juta untuk mendukung renovasi ruang kelas di SDN Banjarwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Program ini dilakukan
Ratusan Guru Program Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri
Tasikmalaya, Program Sekolah Rakyat mulai menempatkan ratusan tenaga pengajar di berbagai daerah setelah proses seleksi tahap pertama selesai dilaksanakan. Berdasarkan data dari Kemente
Zonasi & Kurikulum Berubah Lagi? Orang Tua Resah, Siswa Jadi Korban Sistem
Jakarta, 2026 — Polemik dunia pendidikan kembali memanas setelah kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia memicu perdebat
Gelombang AI Masuk Sekolah: Siswa Makin Cerdas atau Makin Ketergantungan?
Jakarta, 2026 — Ruang-ruang kelas di Indonesia sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu siswa mengandalkan buku paket dan mesin pencari, kini banyak yang menggunakan kecerdasan


