Butuh bantuan?
WhatsApp Icon
Chat Kami Sekarang
Memeriksa status...
  • SYABAABUL FIKRI
  • Training & Sertification Center
  • info@syabaabulfikri.com
  • 0821-2002-7956 / (0265) 7580251
  • RSS
  • Pencarian

Kasus Kekerasan di Sekolah Meningkat, Lingkungan Pendidikan Dinilai Belum Sepenuhnya Aman

Tasikmalaya, meningkatnya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan di Indonesia kembali menjadi perhatian serius. Laporan terbaru dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat adanya 573 kasus kekerasan yang terjadi di tingkat pendidikan dasar hingga menengah sepanjang tahun 2024.

Jumlah tersebut menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan, yakni sekitar 101 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebelumnya mencatat 285 kasus. Data ini diperoleh dari laporan pengaduan masyarakat yang masuk ke JPPI serta berbagai pemberitaan media.

Peningkatan angka tersebut tidak hanya menggambarkan bertambahnya jumlah kasus kekerasan, tetapi juga menunjukkan semakin banyak korban maupun saksi yang mulai berani melaporkan kejadian yang mereka alami atau saksikan.

Kekerasan Seksual dan Perundungan Paling Banyak Terjadi

Dari seluruh laporan yang tercatat, dua jenis kekerasan yang paling sering terjadi adalah kekerasan seksual dan perundungan atau bullying.

JPPI mencatat bahwa kekerasan seksual menyumbang sekitar 42 persen dari total kasus yang dilaporkan. Sementara itu, kasus bullying menempati posisi kedua dengan angka sekitar 31 persen.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan bukan lagi sekadar kasus sporadis, tetapi telah menjadi persoalan yang berulang dan berpotensi menimbulkan dampak psikologis jangka panjang bagi para korban.

Dalam beberapa kasus yang terjadi, perundungan bahkan kerap menjadi awal dari bentuk kekerasan lain, termasuk pelecehan seksual.

Banyak Terjadi di Lingkungan Sekolah

Ironisnya, sebagian besar kasus kekerasan justru terjadi di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi siswa untuk belajar.

Data JPPI menunjukkan bahwa sekitar 64 persen kasus terjadi di sekolah. Sementara itu, lembaga pendidikan berbasis pesantren menyumbang sekitar 20 persen dari total kasus, dan madrasah sekitar 16 persen.

Temuan ini menunjukkan bahwa berbagai jenis lembaga pendidikan, baik sekolah umum maupun berbasis keagamaan, masih menghadapi tantangan yang sama dalam menciptakan lingkungan belajar yang benar-benar aman bagi siswa.

Berbagai pihak menilai bahwa langkah pencegahan serta sistem penanganan kekerasan di sekolah masih perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Bupati Bandung: Dana BOSP Jadi Solusi Gaji 4.360 PPPK PW

Bandung – Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW) guru dan tenaga kependidikan (GTK) di Kabupaten Bandung kini mendapat kepastian gaji melalui Dana Bantua

14/03/2026 16:48 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 288 kali
Indonesia Salip Korsel dalam Minat Baca, Gramedia Semangat Buka Toko Buku Lagi

Tasikmalaya – Di tengah kehidupan yang semakin terdigitalisasi dengan perangkat elektronik, internet, dan media sosial, masyarakat Indonesia ternyata masih menunju

14/03/2026 16:47 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 286 kali
Dilarang Ayah Kuliah, Rif'an Bisa Lulus UGM dan Lanjut S2-S3 dengan LPDP

Tasikmalaya – Ahmad Rif’an Khoirul Lisan, pria asal Pleret Bantul, Yogyakarta, pernah menghadapi penolakan dari ayahnya sendiri ketika memutuskan untuk kulia

14/03/2026 16:44 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 326 kali
Katanya Paling Medsos, Siapa Sangka Gen Z Punya Minat Baca Tinggi

Tasikmalaya – Di tengah stereotip bahwa Generasi Z sangat lekat dengan media sosial dan budaya scroll, data terbaru justru menunjukkan gambaran berbeda. Survei Jak

14/03/2026 16:43 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 272 kali
Sosok Nathania, Teman Tuli yang Dirikan Penerbit dan Toko Buku Anak Ramah Disabilitas

Tasikmalaya – Seorang entrepreneur muda bernama Nathania Tifara berhasil mendirikan penerbitan buku anak yang ramah difabel. Perjalanan hidupnya tidak mudah. Ia ke

14/03/2026 16:41 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 360 kali
Gandeng Yayasan Benih Baik, KFC Salurkan Donasi Rp415 Juta untuk Renovasi SDN Banjarwangi

Tasikmalaya, KFC Indonesia menyalurkan bantuan dana sebesar Rp415 juta untuk mendukung renovasi ruang kelas di SDN Banjarwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Program ini dilakukan

12/03/2026 12:56 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 299 kali
Ratusan Guru Program Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri

Tasikmalaya, Program Sekolah Rakyat mulai menempatkan ratusan tenaga pengajar di berbagai daerah setelah proses seleksi tahap pertama selesai dilaksanakan. Berdasarkan data dari Kemente

12/03/2026 12:53 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 230 kali
Siswa Makin Sering Bermain HP di Sekolah, Studi: Konsentrasi Menurun

Jakarta – Di era digital saat ini, ponsel pintar atau smartphone seolah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi para pelajar. Studi terbaru mengungkapkan

12/03/2026 12:49 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 248 kali
Zonasi & Kurikulum Berubah Lagi? Orang Tua Resah, Siswa Jadi Korban Sistem

Jakarta, 2026 — Polemik dunia pendidikan kembali memanas setelah kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia memicu perdebat

03/03/2026 16:51 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 243 kali
Gelombang AI Masuk Sekolah: Siswa Makin Cerdas atau Makin Ketergantungan?

Jakarta, 2026 — Ruang-ruang kelas di Indonesia sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu siswa mengandalkan buku paket dan mesin pencari, kini banyak yang menggunakan kecerdasan

03/03/2026 16:49 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 215 kali