Butuh bantuan?
WhatsApp Icon
Chat Kami Sekarang
Memeriksa status...
  • SYABAABUL FIKRI
  • Training & Sertification Center
  • info@syabaabulfikri.com
  • 0821-2002-7956 / (0265) 7580251
  • RSS
  • Pencarian

Katanya Paling Medsos, Siapa Sangka Gen Z Punya Minat Baca Tinggi

Tasikmalaya – Di tengah stereotip bahwa Generasi Z sangat lekat dengan media sosial dan budaya scroll, data terbaru justru menunjukkan gambaran berbeda. Survei Jakpat mencatat Gen Z memiliki tingkat minat membaca sebesar 26 persen, lebih tinggi dibanding milenial (20 persen) dan Gen X (18 persen). Temuan ini kontras dengan kekhawatiran publik tentang menurunnya daya fokus akibat paparan konten singkat.

Generasi yang tumbuh bersama notifikasi dan algoritma media sosial ternyata memiliki ketertarikan membaca paling tinggi di antara kelompok usia lainnya. Survei Snapcart pada Oktober 2024 menambahkan, 88 persen responden Gen Z memiliki minat membaca, dan 42 persen mengaku membaca setiap hari. Sementara itu, Indeks Tingkat Gemar Membaca (TGM) periode 2020–2024 naik 4,17 persen, dari 55,74 pada 2020 menjadi 72,44 pada 2024, menunjukkan bahwa kebiasaan membaca belum sepenuhnya tergeser oleh budaya digital.

Namun, di tengah tren positif minat baca, muncul persoalan rentang perhatian yang semakin pendek. Penelitian Dr. Gloria Mark dari Universitas California pada 2004 menunjukkan bahwa rata-rata rentang perhatian seseorang di depan layar komputer hanya sekitar 2,5 menit sebelum terdistraksi. Ia menyebutkan bahwa tren ini terus menyusut hingga mendekati kurang dari satu menit, sehingga gangguan menjadi pola yang semakin umum. Informasi yang hadir dalam potongan 15–30 detik membentuk kebiasaan menerima rangsangan instan, membuat membaca buku menuntut fokus, kesabaran, dan durasi lebih lama.

Paradoks ini menjadi perhatian Cania Cita dan Abigail Limuria. Di tengah arus distraksi digital, keduanya melihat bahwa Gen Z tidak sepenuhnya kehilangan minat baca, melainkan sedang mencari keseimbangan. “Orang sebenarnya masih mau membaca. Namun kita hidup di lingkungan yang terus menarik perhatian ke arah lain. Buku akhirnya kalah bukan karena tidak relevan, tapi karena distraksinya terlalu kuat,” ujar Cania saat peluncuran Malaka Books di Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026).

Bagi Abigail, tingginya minat baca Gen Z menunjukkan kebutuhan pemahaman yang lebih mendalam, bukan sekadar konsumsi informasi cepat. “Hal yang ingin kami bangun bukan cuma orang beli buku, tapi orang selesai membaca dan memikirkannya. Ada perbedaan besar antara tahu sesuatu dan benar-benar memahami sesuatu,” katanya.

Menurut Cania, kebiasaan menerima informasi secara terfragmentasi berisiko membuat pemahaman menjadi dangkal. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung Gen Z untuk membaca dengan fokus agar literasi tidak hanya sekadar kuantitas, tetapi juga kualitas pemahaman.

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Bupati Bandung: Dana BOSP Jadi Solusi Gaji 4.360 PPPK PW

Bandung – Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW) guru dan tenaga kependidikan (GTK) di Kabupaten Bandung kini mendapat kepastian gaji melalui Dana Bantua

14/03/2026 16:48 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 288 kali
Indonesia Salip Korsel dalam Minat Baca, Gramedia Semangat Buka Toko Buku Lagi

Tasikmalaya – Di tengah kehidupan yang semakin terdigitalisasi dengan perangkat elektronik, internet, dan media sosial, masyarakat Indonesia ternyata masih menunju

14/03/2026 16:47 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 286 kali
Dilarang Ayah Kuliah, Rif'an Bisa Lulus UGM dan Lanjut S2-S3 dengan LPDP

Tasikmalaya – Ahmad Rif’an Khoirul Lisan, pria asal Pleret Bantul, Yogyakarta, pernah menghadapi penolakan dari ayahnya sendiri ketika memutuskan untuk kulia

14/03/2026 16:44 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 326 kali
Sosok Nathania, Teman Tuli yang Dirikan Penerbit dan Toko Buku Anak Ramah Disabilitas

Tasikmalaya – Seorang entrepreneur muda bernama Nathania Tifara berhasil mendirikan penerbitan buku anak yang ramah difabel. Perjalanan hidupnya tidak mudah. Ia ke

14/03/2026 16:41 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 359 kali
Kasus Kekerasan di Sekolah Meningkat, Lingkungan Pendidikan Dinilai Belum Sepenuhnya Aman

Tasikmalaya, meningkatnya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan di Indonesia kembali menjadi perhatian serius. Laporan terbaru dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menc

12/03/2026 13:02 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 260 kali
Gandeng Yayasan Benih Baik, KFC Salurkan Donasi Rp415 Juta untuk Renovasi SDN Banjarwangi

Tasikmalaya, KFC Indonesia menyalurkan bantuan dana sebesar Rp415 juta untuk mendukung renovasi ruang kelas di SDN Banjarwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Program ini dilakukan

12/03/2026 12:56 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 299 kali
Ratusan Guru Program Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri

Tasikmalaya, Program Sekolah Rakyat mulai menempatkan ratusan tenaga pengajar di berbagai daerah setelah proses seleksi tahap pertama selesai dilaksanakan. Berdasarkan data dari Kemente

12/03/2026 12:53 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 230 kali
Siswa Makin Sering Bermain HP di Sekolah, Studi: Konsentrasi Menurun

Jakarta – Di era digital saat ini, ponsel pintar atau smartphone seolah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi para pelajar. Studi terbaru mengungkapkan

12/03/2026 12:49 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 248 kali
Zonasi & Kurikulum Berubah Lagi? Orang Tua Resah, Siswa Jadi Korban Sistem

Jakarta, 2026 — Polemik dunia pendidikan kembali memanas setelah kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia memicu perdebat

03/03/2026 16:51 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 242 kali
Gelombang AI Masuk Sekolah: Siswa Makin Cerdas atau Makin Ketergantungan?

Jakarta, 2026 — Ruang-ruang kelas di Indonesia sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu siswa mengandalkan buku paket dan mesin pencari, kini banyak yang menggunakan kecerdasan

03/03/2026 16:49 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 215 kali