Pendaftaran SMA Unggul Garuda Baru 2026 Diperpanjang hingga 7 Maret
Pendaftaran Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2026/2027 resmi diperpanjang hingga 7 Maret 2026. Perpanjangan masa pendaftaran ini memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa berprestasi di seluruh Indonesia untuk bergabung dengan sekolah unggulan yang dipersiapkan mencetak generasi berdaya saing global.
Informasi perpanjangan pendaftaran tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi @kemdiktisaintek pada Jumat (27/2/2026). Dalam unggahannya disebutkan bahwa batas akhir pendaftaran diperpanjang sampai dengan 7 Maret 2026.
SMA Unggul Garuda merupakan sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Sekolah ini dirancang khusus bagi peserta didik yang memiliki prestasi akademik serta talenta unggul, khususnya di bidang sains dan teknologi. Seluruh siswa yang diterima akan mendapatkan fasilitas pendidikan secara gratis tanpa dipungut biaya, termasuk fasilitas asrama selama masa pendidikan.
Program pendidikan di SMA Unggul Garuda difokuskan untuk mempersiapkan siswa agar mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik dunia. Selain penguatan akademik, siswa juga akan mendapatkan pembinaan karakter, kepemimpinan, riset, serta pengembangan diri secara komprehensif.
Empat Lokasi Sekolah Baru
Pada tahun ajaran 2026/2027, terdapat empat SMA Unggul Garuda yang dibangun di lokasi baru, yaitu:
-
Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
-
Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur
-
Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
-
Bulungan, Kalimantan Utara
Keempat lokasi tersebut dipilih untuk memperluas akses pendidikan berkualitas di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah luar Pulau Jawa.
Syarat Pendaftaran SMA Unggul Garuda
Calon peserta didik yang ingin mendaftar harus memenuhi sejumlah persyaratan umum dan khusus sebagai berikut:
Syarat Umum
-
Warga Negara Indonesia (WNI)
-
Peserta didik kelas 9 semester genap SMP atau sederajat pada tahun berjalan
-
Berusia paling tinggi 21 tahun pada 1 Juli 2026
-
Diutamakan berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi
-
Bersedia ditempatkan di lokasi SMA Unggul Garuda Baru dan tinggal di asrama selama masa pendidikan
-
Siap mengikuti seluruh program pengembangan diri yang telah ditetapkan sekolah
Syarat Khusus
-
Memiliki nilai minimal 85 untuk mata pelajaran:
-
Bahasa Indonesia
-
Bahasa Inggris
-
Matematika
-
-
Memiliki prestasi akademik di bidang STEM yang telah dikurasi oleh Puspresnas dan tercatat dalam sistem SIMT
Tata Cara Pendaftaran
Bagi siswa yang telah memenuhi persyaratan, proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi SMA Unggul Garuda dengan tahapan sebagai berikut:
1. Membuat Akun
-
Mengakses laman resmi SMA Unggul Garuda.
-
Klik menu “Daftar”.
-
Mengisi formulir registrasi.
-
Memilih opsi “Kirim OTP”.
-
Memasukkan kode OTP yang dikirimkan melalui email.
-
Membuat kata sandi dengan minimal 8 karakter.
-
Setelah itu, akun dapat digunakan untuk login.
2. Login dan Melengkapi Data
Setelah berhasil login, pendaftar wajib:
-
Melakukan verifikasi akun dengan memilih tombol “Verifikasi Sekarang”.
-
Mengisi data pribadi secara lengkap.
-
Mengisi data pendidikan.
-
Melakukan sinkronisasi prestasi melalui tombol “Sinkronisasi Ulang”.
-
Memilih minimal satu dari empat lokasi SMA Unggul Garuda.
-
Memeriksa kembali seluruh data pada tab “Finalisasi”.
-
Mencentang persetujuan dan memilih tombol “Ajukan Pendaftaran”.
-
Membaca pernyataan dan menyetujui dengan menekan tombol “Setuju dan Ajukan Pendaftaran”.
Setelah seluruh tahapan selesai dilakukan, pendaftaran dinyatakan telah diajukan dan calon peserta tinggal menunggu proses seleksi berikutnya.
Dengan diperpanjangnya masa pendaftaran hingga 7 Maret 2026, siswa yang memenuhi kriteria diharapkan segera memanfaatkan kesempatan ini untuk mendaftar dan menjadi bagian dari angkatan pertama SMA Unggul Garuda Baru tahun ajaran 2026/2027.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Bupati Bandung: Dana BOSP Jadi Solusi Gaji 4.360 PPPK PW
Bandung – Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW) guru dan tenaga kependidikan (GTK) di Kabupaten Bandung kini mendapat kepastian gaji melalui Dana Bantua
Indonesia Salip Korsel dalam Minat Baca, Gramedia Semangat Buka Toko Buku Lagi
Tasikmalaya – Di tengah kehidupan yang semakin terdigitalisasi dengan perangkat elektronik, internet, dan media sosial, masyarakat Indonesia ternyata masih menunju
Dilarang Ayah Kuliah, Rif'an Bisa Lulus UGM dan Lanjut S2-S3 dengan LPDP
Tasikmalaya – Ahmad Rif’an Khoirul Lisan, pria asal Pleret Bantul, Yogyakarta, pernah menghadapi penolakan dari ayahnya sendiri ketika memutuskan untuk kulia
Katanya Paling Medsos, Siapa Sangka Gen Z Punya Minat Baca Tinggi
Tasikmalaya – Di tengah stereotip bahwa Generasi Z sangat lekat dengan media sosial dan budaya scroll, data terbaru justru menunjukkan gambaran berbeda. Survei Jak
Sosok Nathania, Teman Tuli yang Dirikan Penerbit dan Toko Buku Anak Ramah Disabilitas
Tasikmalaya – Seorang entrepreneur muda bernama Nathania Tifara berhasil mendirikan penerbitan buku anak yang ramah difabel. Perjalanan hidupnya tidak mudah. Ia ke
Kasus Kekerasan di Sekolah Meningkat, Lingkungan Pendidikan Dinilai Belum Sepenuhnya Aman
Tasikmalaya, meningkatnya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan di Indonesia kembali menjadi perhatian serius. Laporan terbaru dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menc
Gandeng Yayasan Benih Baik, KFC Salurkan Donasi Rp415 Juta untuk Renovasi SDN Banjarwangi
Tasikmalaya, KFC Indonesia menyalurkan bantuan dana sebesar Rp415 juta untuk mendukung renovasi ruang kelas di SDN Banjarwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Program ini dilakukan
Ratusan Guru Program Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri
Tasikmalaya, Program Sekolah Rakyat mulai menempatkan ratusan tenaga pengajar di berbagai daerah setelah proses seleksi tahap pertama selesai dilaksanakan. Berdasarkan data dari Kemente
Siswa Makin Sering Bermain HP di Sekolah, Studi: Konsentrasi Menurun
Jakarta – Di era digital saat ini, ponsel pintar atau smartphone seolah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi para pelajar. Studi terbaru mengungkapkan
Zonasi & Kurikulum Berubah Lagi? Orang Tua Resah, Siswa Jadi Korban Sistem
Jakarta, 2026 — Polemik dunia pendidikan kembali memanas setelah kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia memicu perdebat


